top of page

Kondisi Mangrove Global edisi tahun 2024.

 

Hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat penting, yang menjembatani daratan, air tawar, dan laut. Hutan mangrove menaungi kekayaan hayati yang melimpah, sekaligus menjadi pelindung dan tumpuan hidup bagi banyak masyarakat pesisir di berbagai belahan dunia. Kondisi Mangrove Global edisi tahun 2024 dari menyoroti berbagai capaian signifikan di berbagai sektor dalam upaya penyelamatan ekosistem mangrove global. Laporan ini menampilkan kemajuan dalam: sains dan pemahaman; kolaborasi dan berbagi informasi; intervensi manajemen praktis; dan berbagai alat kebijakan, hukum, dan keuangan yang akan membantu menjamin masa depan yang lebih baik bagi ekosistem ini.​​

Screenshot 2024-11-13 at 9.57.24 AM.png

SOROTAN MANGROVE

MENGAPA MANGROVE?

Hutan mangrove adalah ekosistem harapan, yang menjembatani daratan, air tawar, dan laut. Hutan mangrove seluas 15 juta hektar di seluruh penjuru dunia ini menaungi keanekaragaman hayati yang luar biasa, memiliki fungsi perlindungan, serta menopang kehidupan masyarakat pesisir yang tak terhitung jumlahnya. Hutan mangrove bukan hanya tempat yang sangat indah, tetapi juga merupakan salah satu ekosistem paling produktif di dunia. Hutan mangrove berfungsi layaknya pabrik ikan, penyimpan cadangan karbon, sekaligus menjadi benteng pelindung alami bagi wilayah pesisir. 

21B

Ton cadangan CO2

15M

Orang terlindungi

600B

Udang dan ikan dihasilkan

341+

Spesies laut yang terancam punah

RISIKO & PELUANG

50% hutan mangrove terancam hilang pada tahun 2050. Meskipun tingkat kehilangan hutan mangrove telah menurun, pengetahuan kita tentang nilai dan pentingnya telah meningkat. Saat ini, lebih dari 42% hutan mangrove yang tersisa dilindungi secara resmi untuk tujuan konservasi, dan upaya restorasi hutan mangrove telah melonjak, bersama dengan alat dan pengetahuan untuk mendukung upaya restorasi tersebut. Mangrove juga memiliki daya lenting yang luar biasa dan sangat adaptif. Cukup beri hutan mangrove sedikit ruang untuk pulih, dan mereka akan segera bangkit—tumbuh cepat di hamparan sedimen pesisir yang baru atau merebut kembali lahan asal mereka segera setelah aliran pasang surut air laut pulih kembali.

Mangrove dapat dilindungi melalui upaya konservasi global yang terkoordinasi dan perluasan kawasan konservasi laut.

 

GMA bekerja sama dengan mitra global untuk melindungi ekosistem ini melalui kemajuan sains dan pemahaman, kolaborasi, berbagi informasi, intervensi manajemen praktis, serta berbagai alat kebijakan, hukum, dan keuangan yang akan membantu menjamin masa depan yang lebih baik bagi ekosistem ini. 

Loss Goal

Target kami untuk pencegahan kerusakan hutan mangrove adalah 16.800 hektar pada tahun 2030. Laju kerusakan hutan mangrove telah melambat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan ambisi kami. Meskipun kami bercita-cita untuk menghentikan semua kerusakan, target kami mengacu pada kerusakan yang disebabkan oleh manusia yang dapat dikelola secara langsung.

Restoration Goal

Target kami untuk restorasi adalah 409.200 hektar pada tahun 2030. Sekitar 818.300 hektar dianggap dapat dipulihkan dan kami berupaya memulihkan setengahnya pada tahun 2030. Ini adalah target yang sangat ambisius. Namun demikian, penelitian terbaru oleh Worthington dan rekan-rekannya, menunjukkan bahwa terdapat potensi yang sangat besar untuk melakukan restorasi, baik dengan memperkirakan kemampuan restorasi maupun dengan menyoroti manfaat tambahan yang cukup besar bagi masyarakat lokal.

Protection Goal

Target kami untuk menggandakan luas yang dilindungi adalah 6,100,000 hektar dalam cakupan upaya konservasi. 42% dari hutan mangrove di dunia saat ini berada di kawasan lindung. Namun, urgensi untuk menghentikan semua kerusakan sangat mendasar. Salah satu pendekatan utama kami adalah mengintegrasikan mangrove ke dalam bentuk perlindungan permanen, termasuk kawasan lindung tradisional dan Langkah-langkah Konservasi Berbasis Area Efektif Lainnya (OECM).

Meskipun angka kerusakan mangrove di masa lalu tergolong masif, data terbaru menunjukkan tren positif di mana laju kehilangan global berhasil ditekan hingga 44% dalam kurun waktu 2000 hingga 2020. Selain itu, gambaran global luasan mangrove menjadi lebih baik dari sebelumnya berkat Global Mangrove Watch terbaru yang menawarkan peningkatan resolusi pemetaan hingga enam kali lipat dan cakupan enam wilayah tambahan yang memiliki mangrove

KONDISI SAAT INI

Mangrove Mapping

Peta terbaru di Global Mangrove Watch, v4.0, menggunakan data satelit optik serta radar, dan peta-luasan tersebut telah diperbaiki secara iteratif berdasarkan masukan pengguna. Semakin jelas bahwa banyak negara tidak memiliki peta nasional yang berkualitas baik. GMW v4.0 kini memprioritaskan resolusi untuk set data global yang relevan secara lokal dan akurasi keseluruhan peta GMW v4.0 diperkirakan mencapai 95,3%.

Mangrove Conversion

Konversi hutan mangrove untuk akuakultur, perkebunan kelapa sawit, dan penanaman padi menyumbang 43,3% terhadap kehilangan tersebut antara tahun 2000 dan 2020. Penyusutan alami—perubahan atau kehilangan hutan mangrove yang disebabkan oleh pergerakan dasar sungai, masukan sedimen, atau tingkat permukaan laut—menyumbang 26% dari total kehilangan selama periode 20 tahun.

Mangrove Threats

Ancaman mangrove akibat aktivitas manusia diperburuk oleh perubahan iklim, terutama kenaikan permukaan air laut dan peristiwa cuaca siklonik yang lebih parah dan sering terjadi. The Global Red List of Mangrove Ecosystems (Daftar Merah Global Ekosistem Mangrove) menunjukkan bahwa 18 provinsi mangrove terancam, yang mewakili sekitar 50% luas mangrove dunia. Badai siklon yang lebih sering dan lebih parah serta kenaikan permukaan air laut, sebagai akibat dari perubahan iklim.

Pengetahuan ekologi lokal dapat memberikan informasi penting untuk mengembangkan upaya konservasi dan restorasi mangrove dengan potensi yang lebih besar untuk hasil jangka panjang. Terlibat secara etis dalam LEK mungkin tampak sebagai sebuah tantangan, tetapi panduan menyeluruh kini tersedia bagi para peneliti dan praktisi melalui Panduan Praktik Terbaik LEK.

PENGETAHUAN EKOLOGI LOKAL

Fish Activity

Hingga saat ini, kita tidak memiliki perkiraan global mengenai produktivitas ikan dan invertebrata yang terkait dengan keberadaan hutan mangrove. Namun, data baru mengenai kepadatan 37 spesies ikan, udang, kepiting, dan satu spesies kerang dari berbagai lokasi di seluruh dunia, memperkirakan bahwa keberadaan mangrove setiap tahunnya menopang hampir 800 miliar ikan dan invertebrata.

Aquaculture

Pembukaan lahan hutan mangrove yang luas untuk akuakultur telah didokumentasikan dengan baik. Restorasi harus dipercepat, tetapi banyak tantangan yang masih harus dihadapi. Untuk udang, permintaan akan terus berlanjut. Upaya untuk mengurangi permintaan konsumen dapat membantu dengan pendekatan baru dalam budidaya perikanan, termasuk Associated Mangrove Aquaculture (AMA).

Mangrove Management

Komponen utama dari pengelolaan mangrove yang sedang berlangsung adalah memastikan masyarakat lokal dapat terlibat secara berkelanjutan dan mendapatkan manfaat dari mangrove. Di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi tetapi luas mangrovenya berkurang, diperlukan upaya untuk meningkatkan keberlanjutan praktik tradisional maupun modern, serta peluang baru di dalam atau di luar ekosistem mangrove, seperti perikanan, produksi garam, pemanenan kayu berkelanjutan, budidaya lebah madu.

Ambisi kami sangat tinggi dan dampak kami harus lebih besar jika ingin Tujuan 2030 kami tercapai. Melalui upaya kolektif dari kemitraan global dan lokal, kita dapat memastikan bahwa mangrove dan segala sesuatu yang bergantung padanya dapat bertahan hidup dan berkembang.

PERJALANAN MENUJU 2030

Critical Decade

Melalui upaya kolektif kemitraan global dan lokal, kami memastikan bahwa hutan mangrove dan semua yang bergantung padanya memiliki masa depan yang lebih aman dan sejahtera. Kami berkolaborasi secara langsung dengan LSM dan pemangku kepentingan setempat untuk menyalurkan dana, mencontoh praktik terbaik, dan memperluas intervensi di lapangan. GMA memberikan hasil berupa luasan hektar, mata pencaharian, dan keanekaragaman hayati.

International Policy

Kami berupaya menerjemahkan komitmen nasional ke dalam implementasi di lapangan yang didanai secara berkelanjutan. Kesepakatan kebijakan internasional mendorong tindakan kolektif ini sehingga memberikan dukungan teknis kepada negara-negara dan konvensi internasional untuk mengintegrasikan mangrove ke dalam strategi mereka. Kebijakan yang mengakui hal ini termasuk Konsensus UEA dari UNFCCC dan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global.

Mangrove Breakthrough

Penetapan target berbasis sains dan jaringan global kami telah menginspirasi lahirnya Mangrove Breakthrough, melalui kolaborasi dengan para penggerak iklim PBB (UNFCCC Climate Champions). The Mangrove Breakthrough telah menggalang dukungan dari total 38 pemerintah, baik nasional maupun subnasional. Negara-negara tersebut mewakili sekitar 60% mangrove dunia bersama dengan 100+ aktor non-negara.

TERBARU DARI PUSAT PENGETAHUAN

Image by Arif Rasheed

“Di bawah Konvensi Keanekaragaman Hayati, komunitas global telah mengakui pentingnya keanekaragaman hayati…​Dalam banyak hal, mangrove adalah representasi sempurna dari ketergantungan timbal balik antara manusia dan alam. Maka dari itu, sungguh membanggakan dapat menyimak pesatnya kemajuan wawasan kita melalui laporan Kondisi Mangrove Global tahun ini, dan menyaksikan bagaimana ilmu tersebut kini disebarluaskan ke berbagai penjuru dunia.“
 

Astrid Schomaker, Sekretaris Eksekutif, Konvensi Keanekaragaman Hayati

bottom of page