Pulau Bengkalis Jadi Ruang Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global
- Global Mangrove Alliance

- 24 Feb
- 4 menit membaca
Bengkalis, 5 Februari 2026Ā ā Bagi sesama konservasionis, best practiceĀ pelestarian alam dapat saling dipelajari melalui pertukaran kunjungan, mulai dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, sehingga diperoleh pemahaman baru dan komparatif. Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter menggelar lokakarya āPertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesiaā pada 3ā5 Februari 2026 di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau. Kegiatan ini melibatkan 6 instansi pemerintah (nasional, provinsi, dan kabupaten), 9 organisasi konservasi non-pemerintah, 5 pemerintah desa, dan 4 peserta internasional.
Irzal Fakhrozi, mewakili Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, mengungkapkan, "Harapan kami, dengan adanya acara ini, kita bisa saling berbagi cerita sukses, informasi, pengalaman, dan pengetahuan tentang perlindungan dan rehabilitasi mangrove. Dengan demikian, kita dapat menambah referensi yang dapat diterapkan di daerah kita masing-masing."

Programme Coordinator Coast and Delta Yayasan Lahan Basah (YLB), Apri Susanto Astra, mengungkapkan bahwa Pulau Bengkalis dipilih sebagai lokasi lokakarya karena memiliki paket lengkap untuk kegiatan konservasi, restorasi, dan rehabilitasi mangrove. Pulau ini sangat aktif melakukan konservasi mangrove dalam dekade terakhir, salah satunya di Desa Teluk Pambang. Desa ini berhasil menekan laju degradasi mangrove hingga 96%, dari 27 hektare per tahun (2016-2021) menjadi hanya 1 hektare per tahun (2022-2024). Keberhasilan ini memadukan berbagai pendekatan komprehensif, mulai dari pengelolaan dan perlindungan berbasis masyarakat lokal, pemulihan ekosistem berbasis ekologi, hingga institusionalisasi kelompok mangrove. āKegiatan di Teluk Pambang menunjukkan bahwa konservasi mangrove dapat berhasil dengan dukungan multipihak yang kuat,ā ujar Aji Wahyu Anggoro, Program Manajer Karbon Biru Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Antusiasme masyarakat pesisir Pulau Bengkalis dalam berbagi pengalaman mendapat respons positif dari Irene Kingma, dari Wetlands International dan Global Mangrove Alliance. "Sangat menyenangkan melihat betapa kuatnya komunitas pelestari mangrove di Bengkalis. Kami menantikan untuk bekerja sama dengan mereka dalam mewujudkan āMangrove Breakthroughā untuk Indonesia," ujarnya.
Lokakarya ini diawali dengan diskusi strategis terkait perlindungan dan restorasi yang mencakupĀ regulasi, pendanaan, manfaat, serta dampak perekonomian dari sebuah kegiatan konservasi yang berkelanjutan. Setelah itu, kegiatan ini disambung dengan kunjungan lapangan ke Desa Teluk Pambang, di mana kelompok mangrove desa saling berbagi pengalaman dengan sesama pelestari mangrove tingkat nasional dan internasional. Lokakarya pun diakhiri dengan pelatihan Global Mangrove Watch (GMW) untuk menunjukkan keterkaitan antara aksi-aksi di lapangan yang sudah dilaksanakan dengan target yang diusung GMA.Ā

Rangkaian āMobilizing the Mangrove Breakthrough Indonesiaā
Sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di Planet Bumi, yaitu dengan 3,4 juta dari 15 juta hektare, konservasi mangrove di Indonesia tentunya menjadi sorotan global. Oleh karena itu, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas dalam inisiatif global āMangrove Breakthroughā yang bekerja sama dengan Global Mangrove Alliance (GMA), UN Climate Change High-Level Champions, serta pemerintah, sektor swasta, dan donor.Ā
āMangrove Breakthroughā memiliki sebuah tujuan besar, yaitu konservasi 15 juta hektare hutan mangrove di seluruh dunia pada 2030. Inisiatif global ini berupaya mempercepat kolaborasi dan menyiapkan kondisi untuk investasi skala besar pada ekosistem mangrove.
Di Indonesia sendiri, organisasi konservasi anggota GMA untuk mendukung Mangrove Breakthrough meliputi Wetlands International Indonesia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan Konservasi Indonesia. Pada 2025 lalu, kolaborasi yang disebut sebagai GMA Indonesia Chapter ini telah menghasilkan Country Proposition Indonesia, sebuah konsep yang memuat informasi terkait landscape partnership, mekanisme pendanaan, dialog kebijakan, peningkatan kapasitas, serta implementasi perlindungan dan pengelolaan mangrove di Indonesia. Selain itu, Mangrove Breakthrough dan Country Proposition turut mendukung program pemerintah nasional, khususnya rencana aksi nasional terkait perlindungan dan pengelolaan ekosistem karbon biru.

Sementara lokakarya yang dilaksanakan di awal 2026 ini berfungsi untuk mengkonsolidasi Country Proposition Indonesia dengan merancang ruang temu lintas pemangku kepentingan guna memperkuat jejaring multipihak, peningkatan kapasitas, serta percepatan implementasi konservasi dan restorasi mangrove di Indonesia.Ā
āKerja sama sangat dibutuhkan untuk melestarikan dan memulihkan mangrove, dan GMA Indonesia Chapter memberikan contoh yang baik tentang kerja sama dalam tindakan,ā ujar Benjamin Christ, peserta lokakarya dari Impact by Design dan koordinator GMA.

***********
Tentang Mangrove Breakthrough
Mangrove Breakthrough, sebuah inisiatif aksi global, bersama para mitranya mengupayakan mobilisasi pendanaan sebesar USD 4 miliar hingga 2030 dengan target konservasi 15 juta hektare mangrove, beserta masyarakat dan keanekaragaman hayati yang bergantung padanya. Kami memberdayakan kolaborasi lintas sektor dengan memperkuat kebijakan nasional, menyusun jaringan global, dan mendorong pendekatan transformatif.
Mangrove Breakthrough diluncurkan pada COP27, yang mempertemukan pemerintah, organisasi non-pemerintah, peneliti, dan pihak swasta untuk memobilisasi secara kolektif empat tindakan berikut, yang dibangun berdasar prinsip-prinsip panduan yang dikembangkan oleh Global Mangrove Alliance (GMA):
Mengurangi kehilangan mangrove yang disebabkan oleh manusia.
Melindungi dalam jangka panjang 80% mangrove yang tersisa.
Memulihkan mangrove untuk menggantikan setengah dari semua mangrove yang hilang.
Mendorong pendanaan berkelanjutan untuk konservasi mangrove.
Tentang Global Mangrove AllianceĀ
GMA merupakan kolaborasi yang mempertemukan para ahli teknis, akademisi, organisasi masyarakat sipil, masyarakat lokal, dan lembaga pendanaan untuk mempercepat pendekatan global yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap konservasi mangrove skala besar. GMA memiliki lebih dari 80 organisasi anggota yang tersebar di dunia, termasuk Indonesia. GMA Indonesia Chapter dibentuk pada November 2022 untuk menciptakan sinergi dan penyelarasan kegiatan antar-pemangku kepentingan, serta mendukung segala hal terkait upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia. Hingga saat ini, GMA Indonesia Chapter terdiri dari Wetlands International Indonesia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Konservasi Indonesia (KI), dan WWF Indonesia.
Kontak Media
A Yoseph Wihartono
Communication and Reporting Officer, Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Global Mangrove Alliance Indonesia Chapter Lead
Woro Yuniati
Communications Programme Communications Coordinator, Wetlands International Indonesia
Global Mangrove Alliance Indonesia Chapter Lead


