Merayakan Warisan Budaya dan Pengetahuan Tradisional
- Global Mangrove Alliance

- Mar 12
- 2 min read
Hari Lahan Basah Sedunia 2026.
Minat untuk melindungi ekosistem mangrove terus meningkat. Namun, kondisi ekologis, sosial, dan ekonomi setiap wilayah berbeda-beda. Karena itu, upaya konservasi dan restorasi yang tepat harus selalu disertai dengan pemahaman mendalam terhadap konteks lokal.
Tema Hari Lahan Basah Sedunia tahun ini adalah “Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya.” Tema ini menyoroti keterkaitan antara pengelolaan oleh masyarakat, konservasi lahan basah, dan pengetahuan masyarakat adat.
Selama ribuan tahun, manusia telah menjadikan kawasan mangrove sebagai tempat tinggal, memanfaatkan berbagai hasil dan manfaat langsungnya
serta menempatkannya sebagai bagian penting dalam budaya dan tradisi lokal. Hanya masyarakat yang hidup paling dekat dengan mangrove yang mampu memberikan pandangan menyeluruh tentang ekosistem tersebut. Praktik tradisional dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi merupakan aset penting dalam menjaga keberlanjutan mangrove.

Untuk menampilkan berbagai perspektif tersebut, telah disusun lebih dari dua puluh studi kasus nyata yang memanfaatkan kekuatan pengetahuan ekologi lokal dalam restorasi dan konservasi mangrove.
Hari Lahan Basah Sedunia tahun ini juga bertepatan dengan peringatan dua tahun terbitnya publikasi “Melibatkan Pengetahuan Ekologis Lokal dalam Restorasi & Konservasi Mangrove.” Kami mendorong Anda untuk menelusuri panduan GMA ini, khususnya bagi para peneliti dan praktisi, agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara mengintegrasikan pengetahuan ekologi lokal secara tepat dalam proyek Anda.
Definisi Pengetahuan Ekologi Lokal
Pengetahuan Ekologi Lokal
“Pengetahuan, praktik, dan keyakinan yang diperoleh melalui observasi langsung dan interaksi intensif dengan ekosistem setempat, serta dibagikan di antara para pengguna sumber daya lokal.”
Pengetahuan Ekologi Tradisional
“Kumpulan pengetahuan, praktik, dan keyakinan yang bersifat kumulatif, berkembang melalui proses adaptif, dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui transmisi budaya, mengenai hubungan antarmakhluk hidup (termasuk manusia) serta dengan lingkungannya.”
Pengetahuan Masyarakat Adat
“Pengetahuan dan keahlian yang terakumulasi lintas generasi, yang membimbing masyarakat adat dalam berbagai interaksi mereka dengan lingkungan sekitarnya.”
Pengetahuan Ekologi Akademik (AEK)
“Digerakkan oleh model teoretis dan pengujian hipotesis serta dihasilkan menggunakan metode ilmiah.”
“Dihasilkan melalui seperangkat aturan yang ketat dan diterima secara universal, yang didasarkan pada disiplin akademik (misalnya ekologi, biologi, atau kehutanan) dan metode ilmiah.”

